antara kolesterol dan statin

     Pola makan yang tidak sehat di zaman blekberi ini telah meningkatkan jumlah penderita kolesterol tinggi. Hal tersebut mengakibatkan penggunaan obat-obat penurun kolesterol semakin meningkat, salah satunya adalah obat golongan statin. Obat golongan statin bekerja dengan menghambat pembentukan LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat. Statin sangat efektif dalam menurunkan kolesterol LDL dan kolesterol total dalam darah. Selain itu statin juga bersifat antioksidan, antiinflamasi, dan pengatur sistem imun. Maka dari itu dokter-dokter seneng banget ngresepin nih obat.
     Statin sendiri terdiri atas berbagai jenis obat, antara lain: pravastatin, simvastatin, vastatin, lovastatin, rosuvastatin, dan cerivastatin. Oh iya si cerivastatin ini merupakan golongan statin yang lebih dulu muncul. Pengobatan jenis statin lain selain cerivastatin sampai saat ini dibilang cukup aman, walopun ada laporan mengenai gangguan fungsi hati dan gangguan otot ringan karena obat ini. Gangguan fungsi hati ditandai dengan kenaikan enzim hati transaminase sampai 3 kali normal. Terutama bisa terjadi pada wanita, usia lanjut, pengguna alkohol, dan pernah menderita hepatitis.
     Keluhan otot biasanya muncul beberapa minggu sampai empat bulan sejak terapi statin dimulai. Sebagian besar uji klinis statin menunjukkan bahwa keluhan otot ini hanya terjadi pada kurang dari 1% pemakainya. Sebaliknya, beberapa uji klinis lain menunjukkan bahwa seperempat atau bahkan lebih dari sepertiga pasien yang memakai statin cepat atau lambat akan mengalami gejala otot. Namun gejala-gejala tersebut akan hilang bila pemberian statin distop.
     Biasanya resep obat statin dibuat untuk jangka panjang, dan dipakai oleh pasien tua atau setengah baya. Perlu diperhatikan bahwa pasien dengan golongan usia ini mungkin memiliki kondisi penyakit lain dan sedang dalam pengobatan jangka panjang untuk penyakit tersebut. Ini membuat timbulnya efek statin jadi lebih besar. Oh iya hati-hati juga penggunaannya pada pasien dengan penyakit hati kronik.
     Nah...pasti kalian bertanya-tanya kan??gimana statin bisa dipakai secara aman?...
     Yang jelas Statin sebaiknya dikonsumsi dalam dosis rendah, sebelum menggunakan statin sebaiknya dilakukan pemeriksaan terhadap fungsi hati. Jika telah terdapat peningkatan enzim transaminase lebih dari 3 kali normal, maka sebaiknya penggunaan statin ditunda. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan fungsi hati yang normal maka statin aman digunakan.
     Pemeriksaan terhadap fungsi hati sebaiknya juga dilakukan setiap 3 bulan sekali selama penggunaan statin. So..jangan kuatir menggunakan golongan obat statin asal sesuai aturan, sebelum menggunakan obat ini cobalah untuk diet dan olahraga. Insya Allah cukup membantu.